Perpanjang paspor di KBRI Seoul

Ceritanya paspor saya akan habis tanggal 5 oktober ini, dan baru sadar sekitar dua minggu lalu >.<

Teman-teman yang ingin perpanjang paspor, kalau bisa dari jauh hari dalam rentang waktu 6 bulan, agar ada waktu lebih longgar untuk mengurus dokumen yang disyaratkan.

Berdasar pengalaman saya, di awal sedikit ada drama karena kontrak berformat umum, dan tidak sesuai dengan yang diminta. Alhamdulillah akhirnya beres juga.

Untuk pengurusan paspor ini, tahapnya sebagai berikut :

1. Sign up/ login di website ekbriseoul.kr

2. Menuju ke menu perpanjangan paspor > upload dokumen yang disyaratkan.

3. Cek email, dan periksa status aplikasi.

4. Apabila feedback berupa revisi, silakan upload dokumen yang harus diperbarui, dan tunggu email balasan dari sistem.

5. Cek status aplikasi di website (ekbriseoul.kr) dan email, apabila telah terverifikasi (status:’verified’), melalui aplikasi ekbriseoul, daftar reservasi kunjungan melalui aplikasi.

6. Sesuai jadwal, datang ke kantor dengan membawa paspor asli, dan copy dokumen (untuk jaga-jaga jika dibutuhkan)

7. Petugas akan memberi kwitansi untuk pembayaran, sesuai dengan jenis aplikasi paspor

8. Melakukan pembayaran di bank KEB Hana, dan kembali ke loket untuk menyerahkan bukti pembayaran.

9. Menunggu antre foto.

10. Foto, kemudian menunggu paspor dicetak(sekitar 10 menit)

11. Selesai, paspor baru bisa dibawa pulang di hari yang sama.

Tips :

– apabila anda berstatus bekerja, pastikan kontrak kerja berformat legal dengan disertai kop perusahaan, jika tidak, kontak staff kbri yang memanage rekan-rekan wni pemegang visa tertentu.

– siapkan uang cash senilai kurs dolar yang ditarifkan.

– ambil antrean pagi.

– berdoa dan minta restu orang tua, agar prosesnya lancar.

Referensi :

https://ekbriseoul.kr

App : M-KBRI Seoul

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu.

Semoga informasi ini bermanfaat ๐Ÿ™‚

Advertisements

Busan, Seminggu pertama

21 Februari 2013, 17:47 KST

Pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Busan, di terminal bus Nopo tepatnya.

Rumah Jangjeon, adalah tempat tinggal pertama saya di Busan. Tanpa diduga ternyata mbak Dini yang tak sengaja bertemu di malaysia adalah roommate mbak Nelly (kakak Mbak Restia senior saya di SI, dan yang saya kontak untuk menanyakan akomodasi di Busan). Beneran dunia memang selebar daun kelor.

Tinggal sekitar dua minggu bersama these awesome sisters (sebelum saya masuk asrama), I learned and being taught a lot about dos and don’ts to survive living as a student in korea.

Sehari setelah sampai di korea, besok adalah jadwal bertemu prof untuk pertama kalinya, yang dilanjutkan dengan menyapa dan berkenalan dengan rekan satu lab (krn kita akan bersana selama kurang lebih tahun ke depan), yang semua namanya tak ada satupun yang bisa saya ingat saat itu. Semua terdiri dari tiga suku kata, dengan wajah yang hampir serupa -.-

Kesan hari pertama di lab, berasa di antah berantah, meski di lab masih ad banyak senior(4 orang masmas), I feel I am in the middle of nowhere, setengah tersesat, kikuk, awkward, karena saat itu suasana lab begitu hectic. Setelah hari berlalu, akhirnya sempat juga ngobrol bareng mas2, dan ternyata memang seminggu ini semuanya sedang super sibuk. Temanteman korea mempersiapkan proposal project baru, mas Te dan mas Yo ad presentasi progress thesis, mas Putu dan mas Thoma mengerjakan tugas dari senior Phd.

Di kemudian hari dan selama seminggu saya membiasakan dan menyibukkan diri dengan membaca apapun, sambil mengikuti arahan dari rekan lab untuk mempersiapkan segala dokumen dan keperluan untuk memulai semester baru.

As a recap, dalam seminggu pertama ini :

  • Membiasakan diri dengan suhu dibawah 10 derajat,
  • Adjust jadwal, mulai dari sholat, bangun tidur, makan, dan lainnya
  • Nonton drama korea live (dari obrolan orang sekitar yang berasa seperti drama)
  • Setiap hari berjalan kaki sekitar 20 menit, dan naik gunung (labnya ada di puncak bukit)
  • Belajar hangeul (huruf korea), mulai dari 0, ใ…Žใ„ดใ„ทใ„นใ…
  • Mengamati dan belajar kebiasaan orang Korea.

Tak sabar menunggu semester dimulai, setidaknya agar ada aktivitas untuk kabur dari suasana awkward di lab karena saya satusatunya yang tidak sibuk >.<.

Minggu pertama, exciting yet boring and and awkward. Alhamdulillah berlalu dengan baik.

Bersambung…..

Korea, the beginning

Sudah hampir 5 tahun ternyata saya ngekost di negara orang,

Lalu, gimana rasanya? Banyak juga yang tanya, betah ya tus tinggal di sana? Enak ya setiap hari berasa liburan.

Well the answer will be YES if you are coming here as a tourist, but as a student, I can say it’s way far from it, but I cant say no ๐Ÿ˜€

Chapter ini dimulai ketika saya memutuskan mengambil kesempatan yang ditawarkan prof Hong dan PNU untuk meneruskan studi.

Kesempatanitu..

Saya berhutang nyawa ke Ibu Mahendra, dosen terbaik dan tersayang kami. Berkat beliau (dan atas kehendak Tuhan) saya dipercaya prof untuk belajar di Ubiquitous DB Lab(nama lab kala itu, sekarang berubah menjadi Big Data Lab (mungkin untuk mengikuti perkembangan riset).

Resign, visa, pindahan….

Satu bulan sebelum keberangkatan, saya mengajukan cuti ke manager personalia, dan sounding ke Bapak & Ibu VP di departemen saya. Yang berakhir nanonano (yang satu nyeramahin sambil marahmarah, yang lain justru ngasih wejangan dan support).

Continue reading

Change D-10 to E-7 visa

Disclaimer : This post basically is about how to change D-10(job seeking) visa to E-7(special occupation) visa in Korea based on my personal experience. 

The important note is you are holding D-2 or D-10 visa, you get hired and already signed working contract, and another important part is the company who hired you is willing to provide every single required document for this visa application. 

To apply this visa we need to bring :

  1. Working contract (ํ‘œ์ค€๊ทผ๋กœ๊ณ„์•ฝ์„œ)
  2. Former Alien Registration Card (ARC) (์™ธ๊ตญ์ธ๋“ฑ๋ก์ฆ)
  3. Residence certificate( it can be your oneroom contract/ gosiwon letter to proof that you have place to stay) (์ฒด๋ฅ˜์ง€์•„์ฆ์„œ๋ฅ˜ or ๊ฐ€์ฃผ ์‚ฌ์‹ค ํ™•์ธ์„œ)
  4. All graduate related documents 
  5. 100,000 KRW ( to buy stamp certificate) + 33,000 ( card and delivery fee)
  6. Pasphoto color 3×4
  7. Application form
  8. Health certificate (๊ฑด๊ฐ•์ง„๋‹จ์„œ)

The company needs to provide: 

  1. Business registration certificate (์‚ฌ์—…์ž๋“ฑ๋ก์ฆ)
  2. Company tax payment
  3. Employees list
  4. Recommendation letter (๊ณ ์šฉ์‚ฌ์œ ์„œ/ํ™œ์šฉ๊ณ„ํš์„œ)
  5. Company financial report

Tips:

  • Make a former reservation in http://hikorea.go.kr to schedule a visit. 
  • Health certificate is mandatory to certify that you are free from TBC. You can apply it in health community center nearby ๊ตฌ์ฒญ. 
  • Recommendation letter is an assured document to persuade the immigration office that the company really needs you. 
  • Pray and smile a lot.

Hope this information is useful :). 

Good luck for your visa application, normally this visa will be delivered to your desired address within 2~3 weeks. 

Lebaran di Seoul

Taqabbal Allahu minna wa minkum, May Allah accept good deeds from us and you, 

EID MUBARAK


Meskipun belum diberikan kesempatan untul mudik kali ini, alhamdulillah Allah melimpahkan nikmatNya untul tetap bisa merayakan Idul Fitri di tanah rantau ini.

Silaturrahmi virtual bersama orang tua dan sanak saudara di rumah juga disambung dengan meriahnya silaturrahmi dengan temanteman di sini. 

Beberapa momen seru lebaran kali ini diantaranya 

1. Sholat ied berjamaah di taman Yeongdeungpo

Setelah 2 lebaran tahun lalu melaksanakan sholat i d berjamaah di itaewon (masjid pusat di Seoul), alhamdulillah kali ini berkesempatan ikut sholat di Yeongdeungpo, taman umum dekat masjid al-ikhlas seoul, yg khusus dipersiapkan untuk sholat idul fitri. Dilaksanakan lebih pagi, dan yang pasti lebih terasa suasana lebarannya seperti di indonesia. 


Beberapa teman sempat menanyakan, lho tus di sana boleh taman umum dipakai untuk ibadah? Jawabannya: iya boleh asalkan setelah selesai dibersihkan dan kondisi sebelum dan sesudahnya harus sama. Sesimpel itu ๐Ÿ™‚

2. Jalan jalan di seouLLo

Setelah sholat ied selesai dilaksanakan,sambil menunggu acara open house di KBRI akhirnyq saya dan temanteman memutuskan untuk mampir ke seouLLo, city highway yang disulap jadi spot jalanjalan di tengah kota seoul, berlokasi di dekat seoul station. Maaf yg di-share bukan foto seoullo nya :mrgreen:

Seoullo – photo credit by Mba Dede

3. Open house di kbri( termasuk lontong sayurnya)

Mendekati dhuhur akhirnya kami memutuskan untuk bersiap menuju KBRI, di sana ada event yg ditunggutunggu yaitu open house. Open house kali ini kami berkesempatan halal bi halal dan foto bersama pak Dubes, 

Foto bersama Bapak Duta Besar dan keluarga


Berikut suasana dan hidangan istimewa lontong sayur yang dipersiapkan kbri


Di sisi lain ad juga booth bazar yg menjual makanan indonesia. Kami juga mendapatkan kupon gratis saat mengisi buku tamu yg bisa ditukar dengan makanan. 

โ€‹โ€‹

Kupon untuk ditular di booth bazar

Lontong sayur plus kerupuk, rendang, dan sambal goreng ati


4. Back to reality on Monday

Setelah keseruan suasana idul fitri hampir seharian akhirnya kami kembali ke rumah masingmasing untuk mempersiapkan hari esok. Senin. Yang berarti hari bekerja seperti biasa.  Beruntung di Indonesia pemerintah memberikn cuti bersama sampai minggi depan. Hari ini diakhiri dengan kembali menelfon ibuk dan saudara saudara di rumah melanjutkan cerita idul fitri hari ini. 

Tidak terasa cuti bersama di indonesia juga berakhir besok. Selamat mempersipkn hari senin ๐Ÿ™‚

Semoga semangat ibadah di bulan Ramadhan dan keberkahan idul fitri jdi penyemangat sampai tahun depan. Dan tahun depan kita berkesempatan untuk bertemu ramadhan lagi serta berkumpul dan bersilaturrahim bersama keluarga dan sahabat. 

7:35 PM KST – on a rainy, soggy afternoon 

Ramadhan ke-5

Kapan mau pulang ke Indonesia Tus ?

Fiuhhh, pertanyaan yang begitu sulit untuk dijawab, mungkin sampai tengah tahun ini terlewati.

Ramadhan tak terasa sudah memasuki minggu ke-2, dan tanpa sadar ini adalah ramadhan ke-5 saya jauh dari orang tua dan sanak saudara. Teman-teman bilang saya jadi mirip Bang Toyib, yang pergi nggak pulang-pulangโ€ฆ*sigh

Begitu banyak hal yang dirindukan, Ramadhan dengan rutinitas ibadah, aktifitasnya, dan tentu saja kebersamaan, keluarga dan para sahabat. Momen ini sampai kapanpun tak tergantikan.

Lalu, bagaimana ramadhan di Seoul ?

Alhamdulillah berjalan lancar, kali ini ramadhan tidak berada di tengah puncak Summer, jadi udara sedikit lebih sejuh dari tahun sebelumnya, shubuh dimulai jam 3.19, dan maghrib jam 19.48.

Pertanyaan yang setiap saat muncul dari teman-teman korea: ํ‹ฐํˆฌ์Šค ๋ฐฐ ์•ˆ๊ณ ํŒŒ์š”?-rom: Tituse, be angupayo? , (red: Titus, kamu ga laper?), yang biasanya dijawab dengan : ๊ดœ์ฐฎ์•„์š”– rom: gwenchanayo, (red: saya baikbaik sajaaโ€ฆ), ๐Ÿ˜€ , ini juga jawaban andalan kalau ditanya ndak sumuk pake kerudung summer2 gini ?

Yang spesial juga di ramadhan kali ini adalah kegiatan rutin buka bersama di KBRI. Selain kita bisa merasakan masakan Indonesia, tentu saja silaturrahim dan kebersamaannya. Dan hari pertama puasa sekaligus pembukaan buka bersama di KBRI ini dibarengi dengan ramah tamah penyambutan Ibu Bapak Duta Besar Indonesia yang baru saja pindah dari LA,California.

 

Sometimes, it feels like home when you can taste your traditional food, meet old friend, and speak your language โ€“ Anonymous.

Selain buka bersama, yang istimewa adalah sholat tarawih berjamaah di masjid Itaewon. Biasanya selalu ada Imam yang didatangkan langsung dari Saudi Arabia, khusus untuk menjadi imam sholat tarawih selama ramadhan ini. Selama Ramadhan ini juga masjid Itaewon buka lebih lama, iya โ€˜bukaโ€™, karena biasanya masjid itaewon tidak seperti masjid di Indonesia yang buka 24/7 layaknya McDonald, tapi tutup setelah sholat isyaโ€™. Di sini juga kita bisa berkumpul bersama muslimah-muslimah cantik dari berbagai Negara ๐Ÿ˜€ *salah motivasi.

Ramadhan hari ke-10.
Selamat menjalankan ibadah di bulan suci ini, Semoga teman-teman dilancarkan ibadahnya,

Berkah ramadhan untuk kita semua^^

Favorite K-Drama, so far

Sampai saat iniย masih sering dichat teman yang isinya mereka sedang kangen Korea, dan ini biasanya karena mereka baru saja menonton salah satu drama di mana adegannya so nostalgic, memunculkan tempat yang sempat mereka kunjungi.

Sampai saat ini sepertinya most watched drama di Indonesia masih diduduki KDrama di ranking 1 nya. Ingin share why I love them, (maaf ndak ada sinopsis di sini :D)

Berikut top 5 drama favorit sepanjang masa versi saya,

Signal (์‹œ๊ทธ๋„)

berkisah tentang Hae-Young(Lee Je-Hoon) seorang criminal profiler yang juga letnan di kepolisian, yang bisa berkomunikasi via walkie-talkie dengan detektif Jae-Han yang hidup di masa lalu untuk memecahkan unsolved case. Hampir tak ada episode yang ndak seru dan menegangkan, meanwhile tetep ada sedikit guyonan yang menyegarkan.

Reply 1988 (์‘๋‹ตํ•˜๋ผ 1988)

This drama focusing on friendship, neighborhood, and family in a place. Banyak yang berharap endingnya bakal sesuai sama harapan pemirsa, tapi ternyataaa, di episode ke sekian, plot twist, sampe yang awalnya sudah ikhlas jadi tiba-tiba lelah, ๐Ÿ˜€

Misaeng (๋ฏธ์ƒ)

Kalo kata temen-temen yang bekerja di perusahaan gede korea, ini gambaran real life kerja di Korea. Hampir setiap scene nya beneran kejadian di real-life.

Dae Jang Geum (๋Œ€์žฅ๊ธˆ)

Penokohan dan karakter yang dibangun luar biasa, bahkan sepertinya setiap aspek dari tokoh Janggeum ini bisa dijadikan panutan.

Goblin(๋„๊นจ๋น„)

Definitely the bromance part is my favorite!!. Kalo ditanyaย ngeship siapa, tanpa ragu saya jawab si goblin sama grim reaper, :D.

Oiya kalau recent kdrama yang bagus saat ini hampir ndak ada, tapi beberapa yang cukup menarik sbb:

– Voice(end), Tunnel(end), Fight for my way(end), Strongest deliveryman, age of youth 2.

Sekian dulu, mungkin akan ada part 2

*maaf bahasanya jadi ngikut kids jaman now ๐Ÿ˜†