Ramadhan is coming soon

Dari countdown Muslim Pro, h-10 menuju Ramadhan. Selalu excited, meski kadang ada rasa kangen rasa ramadhan bareng keluarga πŸ™‚. 4 tahun kemaren dan tahun ini sepertinya akan kembali melaksanakan Ramadhan di tanah rantau.

Semoga kita semua bisa memaksimalkan ibadah di Ramadhan ini, dan kita semua dilimpahi berkahNya. Aaamiin

Tips aman terbang bersama Air-China

Pengalaman penuh drama di penerbangan keberangkatan Alhamdulillah tidak terulang :). Berbekal pengalaman dan persiapan yang lebih matang, perjalanan kembali kali ini cukup aman terkendali. Dengan waktu transfer yang cukup, ternyata transfer di Beijing tidak semenakutkan dan seburuk pengalaman sebelumnya. πŸ˜€

Berikut rekap tipsnya

  • Sebelum membeli, pastikan memilih tiket yang transfer-time nya > 2 jam (3~4 adalah waktu yang direkomendasikan)
  • Packing smart dengan memisahkan semua jenis barang elektronik (HP, charger, powerbank, jack, baterai dll) dan toiletries termasuk krim, lotion, dan benda cair lain pada tas yang mudah dibongkar ke dalam satu pocket transparan untuk memudahkan pada saat clearance check.
  • Berpakaian sesuai musim negara tujuan, dan airport tempat transit.
  • Memilih koper yang tahan banting (berbahan PC/PP untuk hard carrier), dan memakaikan pelindung koper (jika punya).
  • Apabila terlupa memesan special meal pada saat booking, maksimal 2 hari sebelum perjalanan kontak cs negara keberangkatan untuk request special meal, info daftar kontak ada di sini.
  • Membawa uang dolar / debit(credit) card yang bisa dipakai international, jika berniat membeli sesuatu di bandara tempat transfer.
  • Cek kembali gate boarding maksimal 30menit sebelum boarding time, karena bisa berubah dari info awal.
  • Berdoa.

Semoga bermanfaat ^^

ICN-PEK-CGK bersama Air China

Cerita dimulai ketika browsing tiket PP Korea-Indonesia.

Dengan tanggal dan tujuan yang diset, Air China berada di urutan paling atas, tentu saja karena harganya yang unbelievably murah meriah, hampir setengah dari semua maskapai lain dengan rute yang sama.

Sebenernya sebelum memutuskan untuk book n pay, tentu saja hal yang pertama saya lakukan adalah membaca review terbaru dari segala sumber tentang Air China. Some of them are 8/10 but many of them are < 5. Yang bikin galau setengah mati, maju mundur cantik beli atau enggak. I must become a gambler by buying this ticket. Seriously πŸ˜†. Berbekal doa dan restu orang tua.

Hari -H akhirnya datang juga, selain tak bisa menemukan gimana cara pesan special meal di luar pemesanan tiket (sepertinya karena saya kurang jago gugling), segala cara untuk online check-in pun gagal. Dan mau tak mau harus direct check in di airport. Drama dimulai.

Check in

Tidak available nya online check in dan jadwal penerbangan ke beberapa destinasi yang berdekatan beginilah jadinya.

Sampai 30menit sebelum boarding pun masih ada di antrean. Berakhir dengan diberikannya fasttrack card untuk melewati clearance demi mengejar waktu.

Boarding

Boarding air china di Incheon ada di gate 111, yang untuk menuju kesana dibutuhkan shuttle train. Beruntungnya shuttle train beroperasi tiap 5 menit. Aman sampai dengan boarding, meskipun sedikit larilarian smpai mampir ke toilet pun tak ada waktu.

Take off

Optimis karena boarding on time, take off pastinya akan sama, tetapiii ternyata delay 50 menit sodarasodara. Dari sini makin nervous, karena next flight selisih hanya 2 jam dari landing time. Uda mulai adem panas. Alhamdulillah meski begini take off ny muluss, thanks to the pilot.

On the plane

No turbulence, we fly happily. On plane meal Alhamdulillah masih bisa ditolerir, masih ad nasi dan roti meski lauknya tak bisa dimakan (menuya beef and chicken), sayangnya ndak ada foto karena dilarang menyalakan segala macam alat elektronik selama terbang.

Yang bikin kembali adem panas, di tengah perjalanan, orang pakistan di sebelah malah mewanti2 buat jaga2 stay di airport 24 jam kalau tak bisa mengejar connecting flight kali ini. Di kepala hanya ada, ya Tuhan aku ingin sampai di rumah.

Landing and transfer

Saat landing, waktu menunjukkan 5 min sebelum boarding. Dari review yang menjelaskan bahwa tidak ada petunjuk yang jelas dan clearance yang sedikit ribet, sebenarnya sudah mengantisipasi, tapi kenyataan di lapangan berbeda, more chaotic.
Begitu landing di dekat pintu sudah ada crew dengan papan keterangan daftar connecting flight yg harus segera dikejar dan CGK adalah salah satunya. Tas langsung ditempel sticker warna merah untuk fast access. Dan gate transfernya jauuuh.

Bermasalah lagi setelah masuk transfer gate adalah clearance. Semua alat elektronik harus dikeluarkan bahkan satu baterai pun harus dikeluarkan jika ada di dalam koper. Gak ngeh ada peraturan ini koper dibongkar dan alat2 elektronik diambil. Khawatir akan disita jadinya eyel2an sama mas petugas, mereka berbahasa cina dan saya berbahasa inggris. Maaak, padahal take off sudah 15 menit lagi. Pasrah, yang ujungya ternyata hanya diambil untuk scan ulang kemudian dikembalikan. Lanjut mencari gate.

Go to gate & take off

Tunggang langgang dengan tangan kiri nggeret koper, tangan kanan bawa tas lain sambil nyangklong ransel sungguhh bak ditunggangin gajah >.<

Dengan napas setengah habis akhirnya smpai juga di gate. Dan ternayata di gate tersebut bukan langsung tempat pesawat diparkir , tetapi shuttle bus >.<.

7 menit sebelum take off, bersama 9 orang lainnya diberangkatkan segera setelah saya naik. Sesampai tempat pesawat diparkir, ternyata masih antre juga buat masuk.

Serius saya gagal pagam manajemen waktu seperti apa yang mereka pakai sampai sekacau ini.

On the plane

Bahkan sampai semenit sebelum take off, saya masih ngos2an, sumuk, sambil lengan ngilu2, hahaha, dengan tambahan tatapan aneh dari penumpang sekitar.

Alhamdulillah take off muluss, dan sepanjang perjalanan tidak ad hambatan berarti selain turbulence di hampir 3 jam terakhir sebelum landing.

Landing and baggage claim

Di balik take off, perjalanan, dan landing yang mulus ternyataa, apa yang saya khawatirkan kejadian.

Saat mendekati conveyor maskapai ini, tibatiba langsung didatangi petugas maskapai. Menginfokan bahwa posisi bagasi masih di Beijing dan akan sampai bersama penerbangan hari berikutnya.

Lemass, karena masih ada connecting flight le Surabaya setelah ini. Alhamdulillah dikonfirmasi bahwa bagasi akan dikirim ke tujuan akhir, Surabaya. Alhamdulillah setidaknya tak perlu membeli tiket pp sby-jkt hanya demi ambil koper πŸ˜€

Tips agar selamat dan nyaman naik Air China versi saya :

  • Datang awal untuk checkin, paling tidak 1 jam lebih awal dari jadwal check in seharusnya
  • Packing smart, terutama barang yang dibawa ke kabin. Pisahkan alat elektronik (1 pcs baterai kecil sekalipun) peralatan mandi dan segala bentuk cairan dan lotion dalam satu kantong transparan. Saat clearance barang2 ini harus dikeluarkan dari tas dan terlihat.
  • Packing light, jaga2 jika harus larilarian menuju gate, jadi tidak rempong karena barang bawaan.
  • Perhatikan petunjuk, dan jangan malu bertanya sesama penumpang dengan arah tujuan yang sama.
  • Pesan special meal bagi muslim, atau jika sudah terlanjut, bawa bekal lauk atau makanan lain.
  • Banyak berdoa.

Semoga perjalanan selanjutnya bersama Air China lebih baik dari kali ini.

PS : Booking tiket yang waktu transitnya lebih dai 2 jam demi keamanan πŸ˜€

Muslim friendly Korean Ramyeon

Akhir pekan ini akhirnya berhasil mengumpulkan motivasi untuk beranjak dari selimut dan melancong sampe Suwon (kota tetangga), yang kebetulan di sana, Indana dan keluarga sedang mengadakan syukuran sekaligus farewell party.

Alhamdulillah bisa makan masakan indo dan sekaligus silaturrahim.

Ndak mau rugi mumpung sudah kelur rumah akhirnya lanjut mampir ke emart, dan menemukan ramyeon yg insyaAllah boleh dimakan πŸ˜€

Ternyataa tinggal di negara produsen ramyeon justru lebih susah cari ramyeon yg halal >.<,

Berikut ramyeon yang bisa ditemukan dinsupermarket/online shopping korea yg insyaAllah aman dimakan.

1. κΎΌλŒ€κ°„μ§¬λ½• (kundaegan jjampong)

Dari ingredients yang tercantum tidak ada ekstrak daging, kecuali flakes rasa sapi. Waktu memasak dan cek tekstur remahanny memang seperti daging sapi kering, jadi lebih amannya untuk tidak memasukkan flakes ini. Saus, bumbu, kaldu berbasis seafood.

2. μ–‘νŒŒ 라면 (yangpa ramyeon)

Ramyeon ini dibeli waktu ad world ramyeon fair. Keren bgt ya ramyeon aja sampai ada eksibisinya πŸ˜†. Imonim yang menjual ramyeon ini kekeuh bilang kali ini memang vegie friendly. Dan akhirnya waktu baca bahannya memang semua berbasis sayuran, bawang bombay.

3. 야체라면 (yachae ramyeon)

Wah inii banyak perdebatan ramen ini aman dimakan atau tidak karena sering sekali perusahaan mengganti bahan. Jadii sebelum beli wajib baca komposisinya terlebih dahulu dan memastikan tidak ada (윑수 :yuksu) atau (돼지고기: dwaejigogi) yang berarti pork, di dalamnya.

Source : nongshim (http://blog.nongshim.com/m/1135)

List mungkin akan diupdate(kalo menemukan lagi :D)

Di indonesia sepertinya juga banyak perdebatan untuk shin ramyeon, samyang bulldak, dan ramyeon rasa lainnya. Yang jelas dari produsen memastikan bahwa tanpa logo halal KMF(Korea Muslim Federation) ramyeon di atas memang tidak ad kandungan babi tapi tidak dijamin kehalalannya.

Semoga bermanfaat ^^

Resep ayam Korea ala Kyeochon

Setelah ikutan cooking class yg diadakan mbak2 rumaisa, dan beberapa kali nyoba, sabtu ini akhirnya nyoba lagii daan kebanyakan masukin garam di saus, waktu buka catatan ternyata memang seharusnya ndak pake garam >.<, alhamdulillah masih bisa dinikmati πŸ˜†

Dari catatan yg dishare mba meity dan Bu Riema berikut bahan dan cara memasak dalgganjeong chicken (λ‹­κ°„μ • μΉ˜ν‚¨)

Bahan:

  • 1 ekor ayam, potong kecil2 sekitar 15-20 potong
  • 2/3 cup tepung kentang( bisa diganti tepung maizena, tpi untuk hasil maksimal sebaiknya pakai tepung kentang
  • 1 putih telur
  • Wijen untuk taburan (opsional)
  • Minyak untuk menggoreng

Bahan perendam

  • 3 sdm bombay halus
  • 1/2 sdt garam
  • merica

Bahan saus:

  • 4 sdm saus tomat
  • 4 sdm gula
  • 1 sdm jahe parut
  • 1 sdm cuka (opsional)
  • 1 sdm bawah putih tumbuk
  • 1 sdm corn syrup
  • 1 sdm minyak cabe
  • 1/2 sdm saus tiram
  • 3 sdm air

Cara membuat

1. Ayam dimarinate dengan bahan perendam, simpan di kulkas selama 15-30 min

2. Balur ayam dengan putih telur kemudian taruh di atas tepung, sedikit remas2 agar tepung menempel (bisa diulang jika ingin tepung lebih tebal)

3. Deep fry ayam, tiriskan

4. Di tempat terpisah campur bahan saus kecuali bawang putih

5. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan campuran bahan saus, tambah air, tumis hingga agak mengental

6. Matikan api, masukkan ayam, aduk cepat, taburkan wijen, hidangkan selagi hangat

Selamat mencoba ^^

2 years being a programmer(again)

As October passed, it also means that it’s been 2 years I am working as programmer (and counting).

What so interesting about it? I was not fan of programming and logic thingy subject during my undergraduate school, and even during my graduate school I found it’s very difficult to understand line of code especially from someone’s expert. But the situation gave me no choices except learn and do the coding.

It was quite hard in the beginning of course, especially after not being involved directly with coding for more than two years.

I’ve been involved in the project that required me to work at client office, with all Korean partners. We are creating the hybrid app running on android, iphone, and also available in mobile and pc-web. The biggest challenge in the beginning was language barrier, sometime it’s killing me, seriously. But after 4 months passed I got used to it. I kept saying to myself, it’s okay to not understand all what they said, it’s okay to be excluded, it’s okay to be minority, it’s okay to be underestimated, and it’s okay to be treated differently, because I am different, and I am grateful being different. What’s important is they can count on me, and I know what I have to do and what I can do. I think that’s keeping me sane. Haha.

Now, surprisingly I feel enjoy making a class, spending all day watching lines of code, resolving a bug, and loving the sensation when my code worked well, it makes me feel like a magician πŸ˜€

Sometimes when I face some easy peasy style of code but I can’t understand before I googled it and found the answer in stackoverflow, I feel a little regret, I should have took programming subject seriously back then, what I’ve done?

Until my last day come, I promise myself to not losing my desire and passion, stay creative and persistent, because if I can’t solve the problem using one method, I can always try and error :D.

Sorry for my babbling, I think my day will come soon :D. Thanks to my Indonesian and Korean mates who always willing to help me.

Have a nice week, don’t forget to make something awesome.

Kehidupan lab

Beberapa minggu berlalu, akhirnya kehidupan lab dimulai. Meskipun belum pada tahap deadline freakout & sleepless night.

Sebagai kuli lab, mungkin berikut juga dirasakan oleh temanteman dengan skema beasiswa di bidang serupa, engineering dan kawankawannya.

From 9 to 9

Jam wajib di lab dimulai jam 9 pagi ~ 9 malam, senin-junat, ditambah sabtu 9-5 sore. Ini hanya di atas kertas, realitanya bisa lebih dari ini apalagi jika deadline di depan mata, entah project progress report atau paper submission. Mau tidak mau sebagian besar waktu termasuk makan, sholat, akhirnya berpindah dari rumah ke lab πŸ˜†

Lab project is #1

Sebagai anak prof (living cost & tuition fee disupport lab), ketentuan wajib di lab saya adalah menempatkan projek lab di ranking teratas. Ujian dan tugas kuliah adalah our private business. Jadi tidak ada alasan sibuk karena sedang ngerjain tugas atu belajar ujian di lab ketika dikejar deadline project.

Freaky Friday or Dead Monday

2 hari ini adalah alasan kesibukan selama seminggu penuh. Jadwal presentasi progress dan ide riset dijadwalkan pada dua hari ini tergantung availability prof, dan email dari pj jadwal. Yang bisa dipastikan terjadi di dua hari ini adalah jadi saksi atau pelaku live drama student and prof. Yang bisa dilakukan to make it a blessed friday or good monday adalah mempersiapkan semua materi untuk presentasi, dan jangan pernah mengulang kesalahan yang sama, daan yang pasti banyak berdoa.

Kok sepertinya ga ada bahagia bahagianya ya kehidupan lab?

Eits jangan salah, karena terbatasnya waktu dan keadaan akhirnya kebiasaan yang baik baik juga dimulai,

Mbekal tiap hari

Karena terbatasnya waktu dan uang, beli makan di luar tidak bisa dilakukan setiap hari, demo bertahan sampai tanggal gajian lab bulan selanjutnya, mbontot jadi hal wajib. Dengan begitu juga skill memasak jadi lebih terasah, yang biasanya di rumah hanya bantuin ibuk, kadang rebus mie instant atau sekedar goreng nugget, sekarang resep dengan bahan aneh2 sampai resep makanan korea pun dicoba, *meskipun kadang setengah gagal. πŸ˜†

3km/day walk

Sebelum berpindah ke lab di gedung bawah, dari dorm ke lab harus berjalan menaiki bukit sekitar 15menit sekali jalan, sebenernya ada bis setiap 5-10 menit sekali, tarifnya 500,- krw = 1 ice cone lot****a. Jadi ketika ingin berhemat dan sehat minimal 3km ditempuh dr dorm ke lab pp. sekaligus leg building juga kan, hehehe

Sunday trip/gathering

Minggu jadi hari wajib bersenang-senang, entah jalanjalan ke tempat wisata terdekat, main ke masjid di dusil, atau sekedar memasak dan berkumpul bareng menikmati masakan indo. By doing this, we feel less stress, be like family, sekaligus sedikit mengobati kangen rumah 😊

Sampai di sini dulu,

Bersambung…..