9:07 KST

waktu merangkak, banyak yang harus dilakukan, tapi tak tahu mana yang seharusnya dimulai terlebih dahulu. Otak ini serasa tak ingin mengerjakan yang seharusnya dikerjakan, justru mengenang yang tak seharusnya dikenang, dan…
Oh, ibuk, ayah…. aku rindu….

Kekuatan impian bukan hanya terletak pada apa yang akan didapat, tapi juga pada riang dan ringan langkah (-jalansaja)

Alhamdulillah atas cinta yang begitu besar ini, yang tersemat dalam setiap senyuman wajah-wajah orang yang kucintai, Ayah, Ibuk, Adek, keluargaku, sahabatku, teman-temanku, dan semua yang ada disekelilingku.
Pada akhirnya hanya cinta karena Allah yang mampu menentramkan,

2 thoughts on “

  1. fitrahmp says:

    hiks.. yang kuat yang, Tus.
    For me, it’s quite hard to adapt here. It’s really different to my expectation before. Beda kalau merantau beda kota di negeri sendiri. Well, memang hanya keluarga, dan akhirnya Alloh yang bisa menentramkan hati.
    InsyaaAlloh sebentar lagi Titus lulus dan bisa kembali ke kampuang.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s