MTD

seminggu yang lalu, bukan di hari yang sama tapi, saya menyempatkan ikutan berkelana ke Malang. tujuannya sih bukan apa-apa, cuman sekedar iseng pengen liburan, tapi sebenernya lebih ke mengobati penasaran apa MTD itu. beberapa hari sebelumnya sempet ke Batu secret Zoo, yang cerita lengkapnya ada di blognya ajeng

petualangan hari ini dimulai ketika jam di komputer saya menunjukkan jam 5 pagi, 33 menit setelah subuh. bersiap untuk menuju stasiun Gubeng karena berencana naik kereta penataran yang jam 7 pagi, eh ternyata dapat kabar dari ajeng si kereta take off jam 7.40 yang awalnya buru2 akhirnya brubah jadi nyante. di stasiun nggak ada yang istimewa, hanya sedikit harap-harap cemas menunggu habibah yang tak kunjung datang. setelah tunggu menunggu, akhirnya berangkat juga. sedikit kurang beruntng dari Surabaya sampe Bangil kita gak dapat tempat duduk jadi terpaksa harus rela sharing jalan sama bapak-bapak yang jual makan dan minum.

jam 11.35 akhirnya mendarat juga di Stasiun Kota Baru Malang.nggak pake nunggu lama kita langsung ngangkot MM ke tujuan jl Ijen,tempatnya MTD (baca: Malang Tempo Doeloe). FYI aja, angkot di Malang nggak warna warni kayak di Surabaya, semua catnya biru, yang membedakan cuma huruf di depannya, mulai dari AD, AG, atau apa itu yang pasti dua huruf. jadi hati-hati aja kalo nggak teliti ngeliat hurufnya bisa nyasar.

jujukan pertama di gate selamat datang MTD adalah bakso, sedikit gak meyakinkan memang, dan ternyata beneran, harganya seporsi 13 ribu, es degannya 4 ribu, beuh, mahal untuk ukuran bakso yang rasanya standar, ==”, kalah jauh kalo dibandingin bakso kota, bakso kepala sapi, atau mister baso. laen kali kalo temen-temen mau nge bakso atau makanan yang lain, better for you to ask the price first, biar gak ngerasa ditipu, ikhlas nggak ikhlas akhirny, tapi apa boleh buat, waktu itu lapar, dan hanya bakso yang menggoda😀

Sambil nunggu temen yang nyusul dengan kereta kloter berikutnya, biar tenang kita mampir ke Hotel Bulan BIntang kalo kata temen-temen (a.k.a Masjid) buat menunaikan kewajiban sebelum jalan2 dan lupa waktu. setelah itu langsung dilanjut menyusuri spanjang jalan Ijen, yaaak akhirnya ngerasain juga MTD. Yang dijual banyaak, mulai handicraft, makanan dan jajanan lawas, barang kuno,batik, dan macem-macem pokoknya. eh, ada panggung hibura juga lho

ini foto-fotonya

This slideshow requires JavaScript.

7 thoughts on “MTD

  1. Agry says:

    tituuuuuus ! handicraftnya bagus-bagus yaa.. pengen satu deh tasnya😀.. trus vespanya juga mau,dibonceng keliling-keliling malang😀

    • tituchio says:

      iyaaa, bagus-bagus Agry😀
      tapi dasar ndak niat belanja, cuman ngobatin penasaran jadi jalan2 sampe capek isinya, hehe
      ayukkkkk,*tapi skuternya siapa yang dipinjem ya? :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s