Subversion–>Versioning

pertama kali mendengar kata-kata ini ketika workshop oleh Smarti team untuk PKM mata kuliah RKPL saat itu, dan sekarang di kuliah lanjutannya yang bertittle Rancang Bangun Kebutuhan Perangkat Lunak, ini menjadi topik utama di minggu-minggu awal.

yah, mata kuliah ini mengharuskan kita mampu bekerja dalam team untuk membangun sebuah project, dan  pembangunan project ini membutuhkan  kolaborasi  dan repository file untuk memudahkan. Selain memudahkan dalam pengelolaan version project, subversion bisa menyelamatkan kita jika terjadi file hilang tanpa sengaja. Jika memiliki repository subversion, kita hanya cukup mengambil data dari server repository. Subversion yang dipakai ada 2 jenis,

  1. tortoise svv untuk versi GUI
  2. collabsnet untuk versi consoleny

keduanya sama-sama mudah dipakai, tergantung user apakah lebih suka klak klik dan bermain dengan GUI atau ngoding di cmd :D

yang sempat dibingungkan ketika memakai tortoise pada awalnya adalah membuat repo di komputer lokal, karena awalnya repo sudah disediakan dan tinggal di checkout. setelah coba-coba dan baca-baca sana sini cara membuat repo local dan melakukan checkout seperti ini.

  1. buat folder di salah satu drive
  2. masuk ke dalam folder tersebut, klik kanan
  3. pilih create repository here

screenshot

selanjutnya, setelah repo telah berhasil dibut, tinggal checkout isi repo tersebut, dengan cara

  1. pilih yang ingin dijadikan tempat checkout svn
  2. klik kanan pada folder tersebut, pilih checkout, dan seluruh file yang ada dalam repo akan ditampilkan dalam folder tersebut

next : update dan commit svn