memory is priceless

entah ada angin apa tiba-tiba curhat dengan seorang teman, mengenai masa depan. mengenai keluarga, mengenai orang tua. jadi ngebayangin gimana nanti kalo kita sudah berkeluarga, gimana nanti kalo kita sudah punya anak, gimana nanti nganterin anak kita sekolah, dan ujung-ujungnya malah cerita kenangan dengan kakek nenek.

satu yang  paling gimanaa gitu ketika dia cerita gimana menyesalnya dia ketika kakek tersayangnya meninggal. dia tak ada disana, tak ada untuk menemani sang kakek. karena semua keluarga selain kakek sedang berlibur ke luar pulau. yang paling  dia kenang adalah ketika dia ada masalah beliau adalah tempat curhat, tempat berlindung, layaknya seorang anak kecil, dan kenangan yang paling mendalam adalah ketika dia bersandar di perut sang kakek, rasanya aman, rasanya ada yang melindungi.

hmm, dari cerita itu, dapat dibayangkan betapa indah dan berartinya sebuah kenangan.  mungkin hal itu juga yang membuat kita  gak pengen ngerasaain penyesalan yang sama, penyesalan melewatkan saat terakhir bersama orang yang kita sayang, sudah banyak momen dan tamparan agar kita memanfaatkan sebaik-baik waktu yag kita punya saat ini. entah dengan orang yang kita sayang, atau dengan hal yang bermanfaat.

saya bersyukur, meskipun saya ndak pernah ngerasain gimana rasanya punya kakek, tapi saya masih diberi kesempatan untuk membuat kenangan indah dengan nenek, dari ayah, dari ibu. begitu juga kenangan dengan orang tua, dengan keluarga, dan dengan semua teman dan sahabat yang di sekeliling kita. jangan sampai anda menyesali apa yang anda lewatkan. buatlah kenangan seindah mungkin dengan mereka semua, semua orang yang anda sayangi

just like before

kali ini ditemani through the trees nya low shoulder dan bodohnya diriku-AOP. gak tau kenapa akhir-akhir ini merasa there’s so much mistery and secret sorrounding me, hmm nggak tau juga kenapa bisa begitu. mungkin karena aku melihat seseorang tak lagi bisa bercerita, berbicara, dan memperlihatkan apa yang sedang dia rasakan. yah semua orang pasti punya rahasia, aren’t they ??

just like before, judul postingan ini. hmm bingung darimana harus memulainya. ada sesuatu yang terulang kembali. sesuatu yang membuatku merasa jadi orang yang sangat bodoh, sesuatu yang membuatku merasa seperti anak kecil yang menolak untuk diberi sebatang lollipop lezat, seperti seorang staff yang melewatkan pengangkatan jabatan sebagai seorang manajer. sesuatu yang sulit diungkapkan tapi bisa membuat dada sesak, membuat tumpukan penyesalan bertambah, dan membuat mata berkaca-kaca.

meski begitu, aku bersyukur diberi kesehatan, diberi orangtua yang lengkap, sahabat dan sodara-sodara menyayangiku, dan pastinya blog ini :D