Bukan bermaksud buat membanding-bandingkan, maaf sebut merk,
. Jadi ceritanya di kantor lagi konversi ISP dari yang awalnya Speedy, pindah ke Fastnet, Setelah masa Trial sehari Fastnet lewat, dan beberapa minggu sebelumnya punya pengalaman cukup tidak menyenangkan dengan si S, akhirnya resmi migrasi ke Fastnet.
ISP punya firstmedia ini konon katanya stabil #jadiingetlagumbahdukun, kalo best performance sebenernya nggak jauh beda kalo dibandingkan dengan si S, tapi kalo keadaan lagi gak stabil,(baca:cuaca badai, angin puyuh), si S agak kurang bisa diandalkan, apalagi pas lagi butuh-butuhnya.
Ada beberapa perbedaan si S dan F,
Harga, tarif layanan Speedy, dengan kuota up to 1,5 Mbps, menurut tagihan terakhir, dan daftar tarif di situs telkom, mencapai Rp.800.000,-, sementara Fastnet Rp. 764.000,-, selisih kurang dari 50rb sebenernya, tapi itu termasuk harga yang lumayan jika Fastnet media lebih menjanjikan kestabilan koneks.
Modem, modem speedy, dan Fastnet sama-sama modem yang dipinjamkan, Speedy memakai modem ADSL (Asymmetric digital subscriber line), sedangkan Fastnet, pake modem non ADSL kebetulan merknya motorola, jadi, kalo mau split buat multi komputer, harus punya router sendiri, baru disambungkan ke Hub/ethernet switch.
Kabel, kalo Speedy biasanya numpang di kabel telfon, beda dengan Fastnet. Fastnet punya jaringan kabel sendiri, bentuknya seperti kabel antena TV kabel, secara mereka menyediakan dual service, internet, sekaligus TV Kabel, jadii, jaringannya dari sini, bagusnya, means jaringannya pure, bukan bergantung dari jaringan kabel telpon, oleh karena itu biasanya sebelum pemasangan ada testing, dan pengecekan, brapa jarak rumah yang mau dipasang Fastnet dengan terminal kabelnya, jika lebih dari 110 M, dijamin alamat tak bisa berlangganan, atau kalo tetep kekeuh mau pasang, harus bayar biaya tambahan kabelnya, hmmm ribett ya
Kecepatan, karena jenis layanannya sama,paket yang upto 1,5 Mbps, kalo ditest pake Speedtest.net, hasilnya bisa ditebak, jika sama-sama dicoba pada suasana dan cuaca cerah, mereka bersaing, tapi kebetulan kemaren ketika testing, fastnet lebih juara, selisih 0,2 – 0,3 Mbps, baik upload speed maupun download speednya.
Kestabilan, ketika hari pertama trial Fastnet, orang yang bertugas memasang modem bilang, Fastnet lebih menjamin kestabilan, sejak dulu sampai saat ini jarang ada komplain gara-gara koneksi internetnya mati, kalo melemot, memang sangat bergantung cuaca tambahnya. Kalo S, jangan ditanya, rencana buat migrasi ini sepertinya sudah menjadi bukti yang cukup, #nooffense.
Setelah menghabiskan beberapa lama untuk setting wifi yang dijadiin router, akhirnya resmi migrasi dari Speedy dan Fastnet, semoga tak ada lagi no internet access. Hayoo, kalo disuruh milih, kalian pilih yang mana?
ini adalah hal yg membuat titus geje kira” selama 1 minggu..
howaaa.. siiiip..
inet kantor tambah wuuzzz dong :p
wew… seru seru seru…