Progress is impossible without change and those who cannot change their minds cannot change anything
-TheNotebook-
Progress is impossible without change and those who cannot change their minds cannot change anything
-TheNotebook-
Omelan pertama di bulan terakhir tahun ini. Kangen juga ternyata setelah meninggalkan kebiasaan ngomel disini. Ngomel, mm, nggak juga, mungkin lebih pantes kalo dibilang nympah, iya, nyampah.
Lama tak menyusun huruf-huruf disini bikin kagok juga ternyata, jadi deg-degan gimanaaa gitu. Kalau misalnya ada orang yang bisa ngajarin gimana cara cerita yang baik, saya mau diajari. Ngomong-ngomong soal cerita jadi teringat cerita seminggu lalu, pengalaman pertama saya kena tilang pak polisi, yak, sepandai-pandai kucing mengeong, akhirnya serak juga. Melewati 3 injury time lampu merah, akhirnya di lampu merah terakhir si kucing serak. Bukan karena nerobos, tapi karena tidak beruntung,
mobil di depan saya mendadak berhenti, kalo misalnya bisa dan boleh teriak mungkin saya akan berpesan seperti ini *pak, kalo 2 detik hijau itu berarti gas pol, bukan rem pol ![]()
Ditilang ternyata membuat saya punya gambaran gimana proses yang sesungguhnya berlangsung, sedikit agak tidak efektif, tapi ya memang begini, pengendara yang melanggar diberhentikan, diperiksa kelengkapan surat berkendara(SIM dan STNK), ditahan salah satunya, diperintahkan ke pos, dicatet di kartu tilang untuk dijadwalkan sidang minggu depannya. Kira-kira begitulah alur normalnya.
Tapi..karena drama ngejar kereta ke Jakarta, jadi ada improvisasi alur, pak Polisi nya saya tinggal buat nganterin temen ke stasiun, dengan alasan mengejar kereta, SIM saya dikembalikan, tapi harus berjanji kembali ke POS, ditunggu sampai jam 5 sore. Ketika saya bercerita tentang kejadian ini, semua teman bilang saya bego, mau-maunya disuruh balik, padahal bisa kabur, tapi sebagai warga negara yang baik, saya menyerahkan diri.
*terdengarsayupsayuplaguwearethechampioinnyaqueen*
Pesan saya, selalu patuhi rambu lalu lintas, jadilah pemakai jalan yang bijak